Tadi di angkot vina bareng dengan seorang ibu yang seorang guru ngaji. Ibu ini terlihat masih segar, sehat, dan bugar di usianya yang 63 tahun. Setelah ngobrol sana sini dengan penumpang, lalu dia bercerita tentang pengalaman menarik yang dialami putrinya ketika menunaikan ibadah haji. Ketika itu putrinya sedang menunaikan ibadah lempar jumroh. Bersama dengan putrinya, seseorang (aku lupa bertanya pria atau wanita) yang juga melempar jumroh. Setelah melempar jumroh, tiba-tiba orang itu berubah menjadi setengah ular. Kepala, tangan, dan kakinya utuh tetapi badannya berubah menjadi badan ular. Di sana, dia berdoa sambil menangis. Melihat kejadian itu, putri itu tadi mengabadikannya dengan difoto. Lalu dia menunjukkan foto tersebut kepada sang itu. Sang ibu terkejut, 'Kok tego awakmu moto? Ojok didudhukno uwong-uwong. Engkok wedi.' Lalu sang putri menjawab, 'Niatku ben awake dhewe eling nang Sang Pangeran. Ben gak sombong.' Kembali ke manusia ular itu, usut punya usut ternyata orang tersebut ketika hidup dia memiliki pesugihan nyi blorong. -astaghfirullah- Makanya ketika dia menunaikan ibadah haji, Allah membalas perbuatannya cash di tanah suci. -Masya Allah- Karena perubahan wujudnya itu, ketika pulang ke Indonesia dengan terpaksa dia harus dipack di dalam kotak. -Naudzubillah-
Mengakhiri ceritanya, sang ibu berpesan kepada kami (waktu itu penumpang tinggal 3 orang, aku dan 2 bapak-bapak) agar banyak-banyak berdoa minta kepada Allah agar dikuatkan iman. Kata sang itu, 'Bukan dunia yang berubah, dunianya tetap tapi orang yang menjalaninya yang berubah. Bukan mata yang gelap, tapi hati yang gelap. Imannya yang gelap.'

0 komentar:
Posting Komentar